Jadilah yang Pertama Tau

Puluhan siswa SMP mengalami pelecehan seksual di Lombok Tengah

Kepolisian Sektor Pringgarata Polres Lombok Tengah saat berhasil mengamankan oknum guru pelaku pelecehan seksual yang hendak dihakimi massa dan keluarga korban, jumat (9/10). (kicknews)
Polsek Pringgarata Polres Lombok Tengah saat berhasil mengamankan oknum guru pelaku pelecehan seksual yang hendak dihakimi massa dan keluarga korban, jumat (9/10). (kicknews)

kicknews.today Praya – Unit Reserse Kriminal Polsek Pringgarata Polres Lombok Tengah, Jumat (9/10) pada pukul 10.30 wita mengamankan seorang oknum guru dari amukan warga atas tuduhan telah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap anak muridnya.

Pelaku oknum guru berinisial WR 46 tahun, guru SD Kelas VI, di SDN 2 Pringgarata yang berasal dari Dusun Beber Desa Pengenjek Kec. Jonggat Kab. Loteng tersebut dilaporkan oleh orang tua kedelapan orang korbannya ke Polsek Pringgarata.

Polres Lombok Tengah membenarkan bahwa sejauh ini mereka baru menerima laporan dari delapan orang korban dari oknum guru tersebut.

Adapun korban yang telah melapor baru berjumlah 8 org masing-masing berinisial; MW 14 tahun kelas 2 SMP, JA 12 tahun kelas 1 SMP, DK 13 tahun kelas 2 SMP, FT 13 tahun kelas 2 SMP, RD 13 tahun kelas 1 SMP, JU 15 tahun kelas 3 SMP, MM 15 tahun kelas 3 SMP, dan MS 13 tahun kelas 2 SMP.

Menurut keterangan korban, dari informasi yang diberikan oleh pihak Kepolisian sektor Pringgarata kepada wartawan, pelaku melakukan perbuatannya diluar jam sekolah, dengan alasan memberikan Les (pelajaran tambahan) untuk persiapan ujian nasional bertempat di SDN 2 Pringgarata tempat pelaku mengajar.

Menurut keterangan korban dirayu dan diancam oleh pelaku. Dari delapan korban yang melapor, pelaku telah melakukan hubungan badan dengan empat orang sementara yang lainnya sebatas memegang dan meraba alat kelamin korban.

Pelecehan seksual yang dilakukan pelaku tersebut diketahui setelah beberapa orang korban melaporkan tindakan bejad itu kepada orang tua mereka. Hal inilah yang akhirnya memicu kemarahan warga, karena sebagian besar para korbannya berasal dari kampung yang sama.

Pihak kepolisian berpendapat bahwa pelaku melaksanakan aksi bejadnya itu diruangan kepala sekolah.  Selain delapan korbannya yang akhirnya melapor tersebut, pelaku juga mengaku telah melakukan pelecehan seksual pada enam korban lainnya.

Enam orang korban lainnya itu diantaranya : SP, EN, AY, NS, WU dan EL.  Terakhir kali pelaku melakukan tindakan asusilanya dengan korban MW pada bulan Agustus 2015.  Kini pelaku oknum guru tersebut sudah diamankan di tahanan Polres Lombok Tengah.

Sementara delapan orang korban yang melapor sedang menjalani pemeriksaan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Tengah. (*)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat