Jadilah yang Pertama Tau

Kota Mataram diminta bangun fasilitas anak di pasar

kicknews.today Mataram – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise meminta Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyediakan fasilitas anak di setiap pasar yang ada di kota ini guna memenuhi hak-hak anak.

“Jika setiap pasar memiliki fasilitas anak, maka hak-hak anak yang ikut bersama orang tuanya berjualan atau berbelanja di pasar bisa terjamin,” katanya saat melakukan kunjungan ke Pasar Cakranegara, di Mataram, Jumat.

Upaya ini, lanjutnya, sebagai bagian memenuhi 31 indikator sebagai kota layak anak tahun 2018 dan Kota Mataram harus mampu memberikan contoh terbaik.

Dalam kunjungannya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak didampingi Pejabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani, bersama sejumlah jajaran pimpinan dinas/instansi terkait baik tingkat Kota Mataram maupun tingkat Provinsi NTB. Menteri mengatakan, beberapa fasilitas untuk anak yang perlu disediakan di pasar antara lain ruang bermain, ruang menyusui (laktasi) dan bila perlu ada ruang untuk belajar anak-anak.

Ruang laktasi ini juga dapat dimanfaatkan oleh ibu-ibu yang membawa anaknya berbelanja di pasar termasuk fasilitas ruang bermain anak-anaknya.

“Dengan demikian, para ibu bisa tetap berjualan atau berbelanja sementara anak-anak mereka bisa nyaman bermain pada lokasi yang disediakan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani merespon saran dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dia mengakui, fasilitas anak di sejumlah pasar tradisional di kota ini memang belum ada, karena rata-rata pasar di Mataram merupakan pasar lama yang perlu direvitalisasi.

“Apalagi Pasar Cakranegara ini adalah pasar tertua, jadi program kota layak anak belum sempat diterapkan,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, untuk memenuhi hal itu pemerintah kota sudah memprogramkan pembangunan fasilitas anak di Pasar Mandalika yang saat ini dalam proses revitalisasi.

“Kalau untuk pembangunan pasar-pasar baru bisa kita programkan, tetapi untuk pasar yang sudah puluhan tahun tentu harus direvitalisasi dulu,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat