Jadilah yang Pertama Tau

Bank Sampah diperkenalkan diacara Climate Week

kicknews.today Tangerang – Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengenalkan program 1.000 Bank Sampah dalam ‘Climate Week’ yang diadakan Kementrian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Development Programme (UNDP).

“Kami tahun 2008 termasuk kota terkotor kedua se Indonesia. Namun melalui kerja sama semua pihak, kami sampai saat ini sudah dua kali meraih Adipura Kencana,” kata Arief dalam keterangannya kepada wartawan, di Tangerang, Rabu.

Di hadapan ratusan peserta yang berasal dari praktisi lingkungan dan perwakilan pemerintah daerah, Wali Kota juga menjelaskan, kunci keberhasilan Kota Tangerang dalam pengelolaan lingkungan bertumpu pada keterlibatan masyarakat menjalankan program ‘zero waste system’ melalui pembentukan Bank-bank sampah yang sampai saat ini berjumlah 350 buah.

Pemkot Tangerang mengajarkan warga mengurangi sampah langsung dari sumbernya sehingga sampah yang diangkut ke TPA tinggal residunya saja.

“Cukup dengan menabung sampah di Bank Sampah, masyarakat sudah tidak perlu mengeluarkan uang buat bayar listrik,” katanya.

Ditambahkannya, kebijakan pengurangan sampah langsung dari sumbernya juga berimplikasi dengan berkurangnya volume sampah yang masuk ke TPA.

Sehingga tidak mengherankan jika TPA Rawa Kucing yang dimiliki oleh Kota Tangerang saat ini terlihat lebih indah dan hijau.

“Kami menyebut TPA bukan lagi Tempat Pembuangan Akhir, tapi Taman Pengolahan Akhir. Karena memang di TPA kami dilengkapi juga dengan berbagai taman, bahkan lapangan bola dan danau yang banyak dikunjungi anak-anak sekolah untuk belajar pengelolaan sampah,” paparnya.

‘Climate Week’ merupakan kegiatan tahunan yang diadakan untuk membahas isu global terkait kebijakan pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim dunia.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai acara yang terdiri dari seminar, lokakarya, dialog, expo dan kunjungan lapangan dengan mengangkat tema ‘Building Climate Change Resilience at Regional, National and Local Level’.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak dari pengambil kebijakan, akademisi, praktisi dan masyarakat yang langsung menangani upaya membangun ketahanan iklim di berbagai level. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat