BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

California sahkan UU bantuan bunuh diri pasien

kicknews.today Sacramento, California – Upaya bunuh diri pasien dengan bantuan dokter menjadi sah di Kalifornia ketika Gubernur Kalifornia, Amerika Serikat. Jerry Brown, Selasa WIB menanda-tangani undang-undang untuk itu, meski ditentang kelompok agama dan pembela kaum disabilitas.

Undang-undang tersebut, yang juga diberlakukan di negara bagian Oregon, membolehkan dokter memberikan resep untuk mengakhiri hidup pasien jika dua dokter lain sependapat bahwa pasien tersebut hanya punya peluang hidup selama enam bulan, serta sehat secara mental.

Dalam pernyataan langka saat penanda-tanganan undang-undang itu, Gubernur Brown, mantan warga seminari Katolik Roma, mengatakan sudah mempertimbangkan secara matang dari kedua sisi berlawanan.

Kalifornia menjadi negara bagian kelima Amerika Serikat membolehkan dokter mengakhiri hidup pasien sakit parah.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan jika saya sudah sekarat dalam waktu lama dan rasa sakit tidak tertahankan,” kata Brown.

“Bagi saya tentu akan lebih nyaman jika bisa mempertimbangkan pilihan (bunuh diri) yang ditawarkan undang-undang tersebut. Dan saya tidak akan menghalangi hak orang lain untuk melakukan hal itu,” katanya.

Undang-undang itu berlaku sejak 1 Januari 2016 mendatang.

Pengacara para dokter yang membantu pasien melakukan bunuh diri selama puluhan tahun berusaha membujuk Pemerintah Kalifornia agar melegalkan praktek tersebut sebagai cara agar pasien kanker parah dan pasien lain agar meninggal tanpa rasa sakit dan menderita.

Tapi, usaha tersebut sudah enam kali gagal di tingkat legislasi atau saat pemungutan suara, sebelum akhirnya disetujui bulan lalu.

Usaha terakhir pengajuan rancangan undang-undang tersebut dilakukan ditengah kontroversi yang membuat heboh seluruh negara, ketika Brittany Maynard, pasien kanker berusia 29 tahun, akhirnya pindah dari Kalifornia ke Oregon untuk memanfaatkan undang-undang yang membolehkan dokter mengakhiri hidup pasien.

“Istri saya, Brittany Maynard, berbicara tahun lalu agar disetujui cara untuk mengakhiri hidup seseorang yang sedang menghadapi proses kematian menyakitkan,” kata Dan Diaz, duda Maynard yang ikut memperjuangkan rancangan undang-undang tersebut.

Rancangan undang-undang tersebut ditentang keras oleh kelompok agama, termasuk Gereja Katholik Roma, serta kelompok yang membela hak kaum disabilitas.

Mereka khawatir jika undang-undang tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh pengasuh atau kerabat yang tidak bermoral untuk menekan pasien agar mengakhiri hidup mereka.

Penentang juga mengatakan bahwa undang-undang tersebut akan dimanfaatkan oleh perusahaan asuransi terhadap pasien miskin dengan menawarkan pembayaran obat untuk mengakhiri hidup, agar tidak menjalani pengobatan dan perawatan mahal yang sebenarnya bisa menyelamatkan hidup mereka.

“Ada semacam kombinasi berbahaya bila Anda menggabungkan sistem layanan kesehatan kami yang lemah dengan bunuh diri yang dibantu, yang kemudian segera menjadi layanan termurah,” kata Marilyn Golden, seorang analis senior dari Hak Pendidikan Disabilitas dan Dana Pertahanan dari Berkeley.

Sementara itu pihak yang mendukung mengatakan bahwa undang-undang tersebut akan membuat orang yang sakit parah bisa meninggal dengan lebih terhormat dan dengan cara lebih nyaman.

“Putri saya tidak meninggal secara sia-sia, ” kata Dr Robert Olvera, seorang pengacara yang anak perempuannya akhirnya menyerah kepada penyakit leukimia pada 2014.

“Inilah pilihan yang dia inginkan untuk mengakhiri penderitaannya,” kata Olvera yang ikut memperjuangkan undang-undang tersebut.

Jika tidak diperpanjang, undang-undang tersebut akan kadaluarsa dalam sepuluh tahun, setelah berkonsultasi dengan lagislator jika nantinya terjadi konsekwensi yang tidak diinginkan, seperti dimanfaatkan dengan target warga miskin, kaum tua atau kelompok disabilitas.

Undang-undang yang melegalkan seorang dokter mengakhiri hidup pasien sebelumnya sudah diberlakukan di negara bagian Oregon, Washington, Montana dan Vermont.

Tim Rosales, juru bicara Kalifornia Menentang Bunuh Diri Berbantuan (CAAS), menegaskan bahwa pihaknya belum memutuskan apakah akan mengajukan tuntutan untuk menghentikan undang-undang baru tersebut.

Tapi ia juga belum berencana untuk melakukan kampanye dari negara bagian ke negara bagian karena mereka mengalami kesulitan untuk menghimpun dana. (Ant/Reuters)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Bukit Sembalun Terbakar lagi

  kicknews.today – Bukit di kawasan Desa Sembalun Bumbung Lombok Timur terbakar lagi. Kejadian kali ...