BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Iptu. Pratiwi Kasat Lantas tanpa lampu merah

kicknews.today. Bima – Wanita kelahiran Jombang, Jawa Timur 27 tahun itu tersenyum geli saat kicknews.today menanyakan kesannya saat pertama kali datang ke kabupaten Bima untuk ditugaskan sebagai Kasat Lantas di Polres Kabupaten Bima. “Saya terkejut, setelah diajak berkeliling kabupaten Bima. Dalam hati saya bertanya-tanya koq perasaan dari tadi saya tidak melihat ada Traffic Light disetiap pertigaan atau perempatan disepanjang jalan yang kami lewati.” Ungkapnya, “jadi selama ini, masyarakat pakai feeling aja.” Lanjutnya.

Namun bagi Pratiwi hal tersebut tidak lantas membuatnya berkecil hati apalagi patah semangat. Kurangnya prasarana rambu lalu lintas tersebut malah membuat ibu satu orang putra ini tertantang untuk berpikir dan melakukan sesuatu bersama 48 anggotanya yang 47 diantaranya adalah laki-laki di Lantas Polres Kabupaten Bima untuk mengatasi kekurangan tersebut dalam menata ketertiban lalu lintas diwilayah kerjanya.

Alhasil, Kasat Lantas lulusan AKPOL 2009 itu melibatkan dirinya dengan langsung turun kelapangan dan melakukan interaksi dengan masyarakat sambil sesekali menjelaskan tentang tata cara berlalu lintas yang baik dan benar. Tak jarang, Bu Tiwi, begitu biasa ia dipanggil sering terlihat naik turun kendaraan umum untuk memberikan pengarahan kepada sopir dan para penumpang. Bahkan, tak jarang Bu Tiwi juga ikut menertibkan arus lalu lintas dijalan ditengah terik matahari Kabupaten Bima yang menyengat.

Sebagai seorang perempuan dan menjadi Kasat Lantas disebuah Kabupaten seluas Bima, Pratiwi merasa sangat bersyukur dan bersemangat. “Ini adalah pengalaman tugas yang luar biasa bermanfaat bagi saya dan karir saya di Kepolisian. Karena bagaimanapun penempatan saya didaerah yang masih minim pengetahuan tentang etika berlalu lintas ini secara tidak langsung membantu saya untuk membuktikan kemampuan saya dan menepis anggapan orang tentang kualitas seorang Polwan yang kemungkinan akan sulit untuk bisa beradaptasi di tempat tugas seperti ini.” jelasnya penuh semangat. Bahkan, Pratiwi mulai merasakan kenyamanan bertugas dan tinggal di Kabupaten Bima, “Saya betah koq disini.” Katanya dengan senyum manisnya yang tak pernah lepas saat berbicara, tak heran kalau akhirnya sikap ramah dan murah senyumnya itu Pratiwi dilingkungan tempat tinggal dan tempat kerjanya sangat disukai dan hormati.

Namun, tak semua tugasnya berlangsung baik dan menyenangkan di Kabupaten Bima. Banyak juga pengalaman menegangkan yang ia temui dan dihadapinya. Seperti kejadian perang antar kampung, kejadian bentrokan antara Lantas Polres Bima Kota dengan Brimob atau ketegangan antara para pendukung pasangan calon Bupati pada saat Pilkada Kabupaten Bima, Pratiwi tetap tenang menghadapinya. Dengan pendekatan kewanitaan yang lebih mengutamakan dialog dan kelembutan sikap, Pratiwi mampu ikut berperan dalam mengamankan situasi.

Pratiwi, SH. Kasat Lantas tanpa lampu merah itu kini sedang menikmati hasil kerjanya selama hampir satu tahun ini, perubahan didalam institusi Lantas Polres Kabupaten Bima yang semakin membaik dalam kinerja maupun pelaporan tugas membuat Lantas Polres Kabupaten Bima yang dipimpinnya mendapat apresiasi positif dari Polda NTB atas keberhasilannya tersebut. Dan mungkin itulah yang akan membuat semua orang takjub dan percaya, Polwan ternyata mampu mengatasi tekanan dan keterbatasan dirinya dibanding polisi laki-laki. (*)

 

 

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Khutbah Idul Fitri, TGH Muharar: Tak Mungkin Ibadah Khusyu’ Kalau Tidak Aman

  Mataram – Suasana pelaksanaan solat Idul Fitri 1438 H, Minggu (25/6) di Lapangan Gajahmada ...