BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Dari atas Jembatan 204, cerita Musim Haji 1436 H

pemandangan Mina dan tumpukan jenazah korban tragedi pelemparan jumrah dari atas jembatan silang diatas jalan 204 (kicknews Foto: Doc.pribadi dr.H. Hamsu Kadrian, sp.THT)
pemandangan Mina dan tumpukan jenazah korban tragedi pelemparan jumrah dari atas jembatan silang diatas jalan 204 (kicknews Foto: Doc.pribadi dr.H. Hamsu Kadrian, sp.THT)

Mataram, KickNews – Tragedi Mina masih menyisakan pilu pada sebagian atau bahkan semua jamaah haji tahun ini.  Mungkin juga akan membekas lama dan menjadikannya cerita turun-temurun tentang tragedi pelaksanaan ritual pelemparan jumrah yang mempunyai makna  merajam setan itu.

“Maksud merajam di sini tidak dimaknai makna konkrit, akan tetapi yang benar adalah makna abstrak. Artinya setan merasakan sakit dan terhina bila melihat seorang mukmin mengingat Allah dan taat menjalankan perintah Allah. Inilah hikmah dari ibadah melempar jumrah. Oleh karena itu, saat melempar jumrah orang-orang bertakbir di setiap lemparan, mereka tidak mengucapkan, A‘uudzubillahi minasy syaithanir rajiim” kuberlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.  Mereka justru bertakbir, “Allahu akbar“, sebagai bentuk pengagungan kepada Allah yang telah mensyariatkan ibadah melempar jumrah” jelas dr. Hamsu Kadrian, sp.THT salah seorang jamaah haji ONH plus – PIHK asal Kota Mataram menceritakan tentang makna ritual pelemparan jumrah di Mina yang menewaskan lebih dari 700 orang jamaah pada kicknews di kediamannya.

“Waktu terbaik untuk ritual pelemparan tersebut adalah pagi hari, karena itulah mungkin para jamaah berebut kesana saat kejadian berdesakan itu terjadi.”ungkapnya.

dr. Hamsu sendiri bersama rombongannya memasuki lokasi pelemparan jumrah sekitar pukul 5.30 sore, “Suasananya masih mencekam.”katanya,

“Akses jalan yang biasanya dilalui ditutup sehingga kami harus berputar dengan berjalan kaki hingga 3-4 kilometer dari tenda menuju kesana.” imbuhnya.

sisi lain Mina dari atas jembatan 204. (kicknews. Foto: Doc.Pribadi dr.H. Hamsu Kadrian, sp.THT)
sisi lain Mina dari atas jembatan 204. (kicknews. Foto: Doc.Pribadi dr.H. Hamsu Kadrian, sp.THT)

Seperti diketahui ratusan haji yang meninggal dunia dalam Tragedi Mina pada Kamis pagi waktu setempat lalu diyakini menghembuskan nafas terakhirnya karena berdesak-desakan sehingga kekurangan oksigen dan menyebabkan sesak napas yang akut, seperti dikatakan seorang pakar kepada Associated Press.

“Orang-orang saling menaiki tubuh orang hanya untuk bernafas. Ini seperti gelombang. Anda ke depan dan tiba-tiba ke belakang lagi,” kata pakar pengendalian kerumunan Abdullah Lotfy dari Mesir.

Tragedi Mina disebut sebagai tragedi haji terburuk dalam 25 tahun terakhir dan sepertinya memang terjadi karena dua gelombang massa haji yang besar bertemu di satu titik dari berbagai arah.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sendiri telah mengeluarkan miliaran dolar AS untuk mengakomodasi semakin membludaknya jemaah haji.

Tetapi semakin banyak yang mengkritik bahwa manajemen yang lebih baik akan mencegah peristiwa seperti Kamis pagi itu terulang.

Ini adalah kecelakaan terbesar kedua dalam musim haji ini setelah runtuhnya crane di Masjidil Haram yang menewaskan 111 orang dan melukai 400 orang, demikian laman scpr.org.

dr. Hamsu dan beberapa jamaah lainnya sempat mengabadikan suasana kelam pemandangan tumpukan jenazah korban tragedi tersebut dari atas jembatan silang diatas jalan 204.  Sebuah pemandangan indah namun mengharukan, sebuah cerita yang akan selalu diingat dan dikenang oleh para jamaah sebagai sebuah perjalanan ruhani yang berat dan melelahkan.  Namun penuh hikmah dan pelajaran, akan makna ucapan talbiyah Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaik laa syariika laka labbaik innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariika laka .

Aku memenuhi panggilan Mu, ya Allah aku memenuhi panggilan Mu. Aku memenuhi panggilanMu, tiada sekutu bagi Mu, aku memenuhi panggilan Mu. Sungguh segala puji dan nikmat adalah milik Mu, begitu juga seluruh kerajaan, tiada sekutu bagi Mu.(*)

 

 

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About kicknews. today

Dalam Kategori Ini

Kisah Para Pencari Jenazah

kicknews.today Makkah – Dalam dunia layar kaca ada sinetron berjudul Para Pencari Tuhan (PPT) yang hanya ...