BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Panti asuhan keluhkan perhatian pemerintah yang sangat minim

Ustadz Sabarudin saat memberikan sambutan pada acara kunjungan komunitas positive 35. (foto:dani)
Ustadz Sabarudin saat memberikan sambutan pada acara kunjungan komunitas positive 35. (foto:dani)

Mataram, KickNews – Ketua pengurus panti asuhan Al-Hidayah Ampenan, Ustadz Sabarudin pada saat menerima kunjungan dari komunitas positive 35, sabtu 26/9 kemarin mengeluhkan tentang perhatian pemerintah yang sangat minim terhadap panti-panti asuhan yang ada di Mataram bahkan mungkin termasuk di daerah lain yang ada di NTB ataupun Indonesia secara umum.

Sebagai pembanding menurut sang ustadz bahwa di Mataram saja misalnya, dari jumlah empat belas panti asuhan yeng resmi, hanya ada tiga panti asuhan yang mendapat bantuan dari pemerintah pusat dimana secara kebetulan panti asuhan Al-Hidayah yang dikelolanya merupakan salah satu dari yang mendapat bantuan tersebut.

“selain itu setau saya tidak ada,” katanya.

Jumlah bantuan yang diterima itu pun hanya berjumlah satu juta rupiah pertahun sehingga bila dirata-ratakan menjadi tiga ribu rupiah per hari untuk satu anak yatim dibawah asuhannya, sedangkan rata-rata anak-anak tersebut bersekolah yang tentu memerlukan biaya jauh lebih dari itu.

Padahal menurutnya, pemerintah seharusnya merasa terbantu dengan adanya panti-panti asuhan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat mengingat pasal 34 ayat 1 yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara.

Namun pada kenyataanya bahwa bantuan dari pemerintah sendiri untuk keberlangsungan panti-panti asuhan yang ada sangat minim, baik itu dari pemerintah pusat maupun daerah.

Beruntung menurutnya masih ada donator-donatur yang peduli akan anak yatim di panti asuhan yang dikelolanya seperti yang dilakukan komunitas positive 35 seperti saat ini.

“kami sangat berterima kasih kepada komunitas-komunitas semacam ini, yang mau perduli terhadap anak-anak yatim dibawah asuhan kami” ungkapnya.

Untuk panti asuhan Al Hidayah sendiri saat ini masih bisa tetap ada untuk menampung anak-anak yatim di daerahnya dengan sumber dana utama yang berasal dari warga sekitar panti asuhan tersebut.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Kerja Malas, Gaji Puluhan Tukang Sapu di Mataram Ditunda

  Mataram – Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menetapkan sanksi penundaan pembayaran ...