Menag: masih ada lima kontainer korban Mina

Menag Lukman Hakim Saifuddin memaparkan langkah pemerintah cq Kementerian Agama selaku PPIH dalam mengidentifikasi jemaah Indonesia yang menjadi korban peristiwa Mina, di Mekkah, Senin (28/9/15). (ANTARA News/Risbiani Fardaniah)
Menag Lukman Hakim Saifuddin memaparkan langkah pemerintah cq Kementerian Agama selaku PPIH dalam mengidentifikasi jemaah Indonesia yang menjadi korban peristiwa Mina, di Mekkah, Senin (28/9/15). (ANTARA News/Risbiani Fardaniah)

Mekkah-KickNews,- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan masih ada lima kontainer berisi jenazah korban peristiwa Mina yang belum diidentifikasi di pemulasaran mayat Al Muashim, Mekkah, sehingga tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan kembali ke lokasi tersebut sore ini.

“Semula kami melihat ada empat kontainer, ternyata ada lima kontainer, yang setiap kontainernya berisi puluhan jenazah,” kata Lukman di Mekkah, Arab Saudi, Senin, usai memaparkan langkah pemerintah cq Kementerian Agama selaku PPIH dalam mengidentifikasi jemaah Indonesia yang menjadi korban peristiwa Mina.

Ia mengatakan sampai pukul 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS) pihaknya telah mengidentifikasi 41 jemaah Indonesia yang menjadi korban tewas peristiwa Mina dan empat korban dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah bermukim di Arab Saudi.

Dengan demikian sementara ini ada 45 warga negara Indonesia yang menjadi korban pada insiden berdesak-desakan dan terinjak-injak di Jalan Arab 204, Mina, Kamis pagi (24/9) pukul 07.40 WAS.

PPIH, lanjut dia, telah melakukan tiga kali identifikasi jemaah Indonesia yang menjadi korban peristiwa Mina tersebut, yaitu pertama pada tanggal 25 September 2015, sehari setelah peristiwa, dan menemukan dua jemaah Indonesia yang wafat dari 500 foto yang dirilis Pemerintah Arab Saudi sebagai korban Mina.

“Pada 25 september pukul 23.00 WAS itulah baru pertama kali tim kami baru dapat akses ke pemulasaran mayat, Al -Muashim,” ujar Lukman yang mengaku kecewa walau bisa memaklumi langkah Pemerintah Arab Saudi yang lamban memberi akses kepada pemerintah yang warganya menjadi korban untuk melakukan identifikasi.

Kemudian pada identifikasi kedua dilakukan pada Sabtu, 26 September 2015, tim PPIH menemukan 12 jemaah Indonesia menjadi korban pada peristiwa Mina dari foto yang dirilis sebanyak 350 jenazah.

Identifikasi ketiga yang dilakukan pada Minggu 27 September 2015 sebanyak dua kali yaitu pukul 02.00 WAS dan 14.00 WAS, pihaknya menemukan 14 jemaah Indonesia, dan terakhir pada Senin pukul 02.00 WAS, pihaknya menemukan tujuh jemaah dari 257 foto jenazah yang dirilis Pemerintah Arab Saudi di pemulasan mayat tersebut.

“Kami masih akan terus mencari jemaah Indonesia yang menjadi korban, mengingat masih ada 82 jemaah belum kembali ke pemondokan masing-masing sejak peristiwa Mina,” kata Lukman. Apalagi masih ada lima kontainer berisi jenazah yang harus diidentifikasi.

Ia bahkan menegaskan pencarian akan terus dilakukan sampai semua jemaah Indonesia yang belum kembali ditemukan. “Bahkan walau sudah melampaui tanggal 26 Oktober, saat penerbangan terakhir pemulangan jemaah ke Tanah Air, kami masih akan terus melakukan pencarian,” ujar Lukman.(ANT)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat