Jadilah yang Pertama Tau

Bisnis “online shop” menurun akibat melemahnya Rupiah

 

ilustrasi Penggunaan Rupiah Di NKRI Pegawai bank menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (1/7). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
ilustrasi Penggunaan Rupiah Di NKRI Pegawai bank menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (1/7). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

 

 

Bogor. kicknews – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut berimbas kepada pelaku bisnis “online shop” di Kota Bogor, Jawa Barat, yang mengalami penurunan jumlah pembelian.

“Sudah sejak satu bulan ini daya beli masyarakat berkurang, biasanya satu bulan bisa menjual 50 item, bulan ini baru 20 item yang terjual,” kata Yuli Valentina pemilik online shop “Valentina Shop“, saat ditemui di Bogor, Selasa.

Menurut Yuli, sebelum krisis ekonomi saat rupiah masih stabil dalam sebulan ia bisa mengantongi keuntungan sebesar Rp4 juta dari berjualan jam tangan melalui “online shop” yang sudah setahun ini dirintisnya.

Yuli menjual jam tangan berbagai merk baik lokal maupun ternama dengan kualitas KW super dan original, dengan pangsa pasar tidak hanya di Bogor, tetapi Jabodetabek hingga luar Pulau Jawa.

“Belum lagi sepi pembeli, bisnis online shop juga lagi berat-beratnya karena krisis ekonomi ini. Harga ongkos kirim juga mengalami kenaikan, untuk wilayah Jabodetabek naik 10 persen,” katanya.

Yuli yang masih berstatus mahasiswa ini menjualkan barang dagangannya menggunakan akun Instagram, dengan harga yang relatif terjangkau dan kualitas terjamin.

“Kalaupun dolar naik, harga jam masih stabil belum ada kenaikan. Gimana mau menaikkan, kalau daya beli masyarakat menurun,” katanya.

Menyiasati situasi tersebut, lanjutnya, ia harus pandai-pandai membuat promo yang dapat menjadi daya tarik pelanggan dan pengikut instagramnya untuk mau membeli produk yang dipasarkannya.

“Ya harus pandai-pandai, buat promo misal beli dua gratis satu. Atau beli Tiga gratis ongkos kirim, intinya yang bisa menarik minat pembeli,” katanya.

Menurut Yuli, bisnis online shop sudah banyak diminati oleh masyarakat. Di wilayah Bogor sudah ada ratusan pelaku bisnis online shop yang menjual aneka produk baik itu barang maupun makanan.

“Online shop itu kecil resiko, tidak perlu buat izin, bangun toko, kita juga tidak perlu capek-capek menawarkan barang, justru pembeli yang datang ke kita melalui akun jual beli yang kita punya,” katanya. (ANT)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat