Jadilah yang Pertama Tau

Danrem: Lembaga Yudikatif Harus Konsisten Tegakkan Hukum

Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede saat acara jumpa pers penyelundupan shabu asal Malaysia [foto:dani]
Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede saat acara jumpa pers penyelundupan shabu asal Malaysia [foto:dani]
Mataram, [kicknews] – Komandan Komando Resor Militer 162/Wira Bhakti Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede mengingatkan sekaligus menegaskan kepada seluruh lembaga yudikatif, harus tetap konsisten dalam melaksanakan tugasnya yakni mengawal jalannya perundang-undangan maupun penegakkan hukum di Indonesia.

Laki-laki berdarah Lombok itu mengatakannya saat diberikan kesempatan untuk berbicara dalam pengungkapan kasus penyelundupan 2.775 gram narkoba jenis sabu di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Mataram, Selasa 22/9.

Kegiatan yang langsung dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Bali, NTB dan NTT R Syarif Hidayat, juga turut menghadirkan Wakil Gubernur NTB H Muh Amin, Wadir Ditnarkoba Polda NTB, Kepala BNNP NTB, Aspidum Kejati NTB, maupun seluruh pejabat dari aparatur penegak hukum yang ada di lingkup NTB.

“Jadi dalam kesempatan ini, saya meminta dan mengingatkan kepada lembaga yudikatif, untuk serius dan tetap konsisten dalam menegakkan dan menjalankan hukum sesuai yang telah diatur dalam perundang-undangannya,” kata Komandan Rudy.

Karena menurutnya, polemik yang pernah terjadi terkait Undang-Undang yang diterapkan Indonesia tentang hukuman mati bagi para pengedar narkoba, hingga kini masih menjadi sorotan pihak asing.

“Apakah si pelaku yang sudah terbukti secara sah melanggar hukum akan benar-benar di hukum mati, disini letak mereka menguji konsistensi hukum yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Seperti kasus narkoba yang pernah muncul dan menjadi perbincangan hangat, yakni kasus Bali Nine. Menurut Komandan Rudy, kelompok tersebut sudah jelas merupakan gembong narkoba.

Meski demikian, lanjut Komandan Rudy, sebagian anggota “Bali Nine” yang diketahui dari Negeri Kanguru itu tetap mendapat pembelaan dari pemerintah negara asalnya.

Selain itu, yang kini tengah santer beredar kabar bahwa sebagian besar narkoba banyak di kirim melalui Negeri Jiran. “Kenapa barang ini sangat mudah sekali masuk ke Indonesia, apa guna alat-alat pemindai semacam X-Ray yang ada di bandara sana,” kata Rudy.

Apalagi, kata dia, sesuai apa yang telah dipaparkan pihak BNNP NTB bahwa menurut data terakhirnya, terdapat 51.000 pengguna narkoba, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya angka tersebut mencapai 40.000 lebih. “Peningkatannya cukup drastis,” ucapnya.

Sehingga dalam kesempatan itu, Komandan Rudy membangun komitmen bersama dalam memberantas dan memerangi peredaran narkoba, khususnya di wilayah NTB, yang kini sedang naik daun akan dunia pariwisatanya itu.

Jika persoalan ini tidak dihadapi bersama dan terus terjadi peningkatan, tegasnya, dipastikan 20-30 persen generasi muda akan hancur karena dibawah pengaruh narkoba. (ANT)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat